Senin, 09 Maret 2009

TIDAK BOLEH MENENTANG TAKDIR ALLAH SWT

Manusia sejak dalam rahim seorang ibu sudah ditulis takdirnya oleh Allah swt. Kita sebagai manusia harus ikhlas dan sabar dalam menerima segala cobaan dari Allah swt. Bersabar dalam menunggu pertolongan dan kemenangan. Sadarlah kepadanya dan jangan melupakannya. Janganlah engkau sadar setelah mati karena sadar setelah mati adalah hal yang sia-sia. Bangunlah kamu sebelum kamu dibangunka, supaya kamu tidak menyesal pada hari penyesalanmu yang tidak berguna dan perbaikilah hatimu, sesungguhnya jika hatimu baik, maka seluruh keadaanmu akan menjadi baik.

Jika engkau menginginkan Allah swt bersamamu, maka sibukkanlah dirimu dgn menaatinya, sabar bersamanya, serta ridha akan perbuatannya terhadapmu. Celakalah engkau, bila lidahmu takut tetapi hatimu menentang, lidahmu bersyukur sedangkan hatimu kufur.

Kita tidak boleh marah,benci ataupun buruk sangka kepadanya bila bencana menimpa kita. Jadikanlah semua itu menjadi renungan kita. Kita harus khusnudon (berprasangka baik) kepadanya. Itu merupakan ujian Allah swt terhadap kita untuk naik kelas. Karena semakin tinggi tingkat keimanan manusia maka semakin berat pula cobaan yang datang. Yakinlah Allah swt memberikan itu semua pasti ada sebabnya. Yakinlah bahwa kita akan menerima kado terindah dari Allah swt atas segala cobaan yang kita jalani dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Jadikanlah dunia untuk tubuhmu, akhirat untuk hatimu, dan Allah swt untuk nuranimu.

Dalam hidup ini kita juga tidak boleh pasrah terhadap takdir sehingga menjadikan diri kita malas. Allah swt tidak akan merubah nasib suatu hambanya apabila hambanya tidak merubahnya. Jadi kita harus menyeimbangkan atara urusan dunia dan akhirat. Bekerjalah seakan-akan engkau hidup selamanya dan beribadahlah seakan –akan besok engkau mati.